PengProv IMI Sumatera Utara Cari Prestasi Bukan Sensasi

OTOMOTIFNET - Rapat kerja daerah (rakerda) pengprov IMI Sumatera Utara di Hotel JW Marriott, Medan (26/12) seolah jadi deklarasi sikap Sumut terhadap ketidakadilan sistem kejurnas PP IMI.

Setelah menyatakan tak akan menggelar kejurnas di 2010 pada rakernas (rapat kerja nasional) IMI (1/12) lalu di Jakarta, sekarang Sumut merealisasikannya lewat kalender event 2010.

“Keputusan tak menggelar kejurnas bukan untuk cari sensasi, tapi semua kita disampaikan di forum resmi organisasi (rakernas) seperti seharusnya. Bukan di forum lainnya,” sebut Ijeck, ketua umum IMI Sumut.

SPRINT RELI DAN MOTOPRIX

Tahun depan, Sumut tidak lagi menggelar kejurnas, kecuali ada promotor nasional yang berminat membuatnya sendiri di sana. “Kita tak lagi menggelar kejurnas tahun depan sampai PP IMI memperbaiki sistem kejurnasnya. Tahun depan kita akan konsentrasi di kejurda dengan meningkatkan kualitas event agar dihasilkan pembalap yang berprestasi,” tegas Ijeck.

Seperti diketahui sebelumnya, Sumut tidak diizinkan menggelar kejurnas sprint reli seri 3 dan 4 oleh PP IMI. “Alasannya tidak masuk akal, mulai dari sudah diputuskan di sidang pleno bahwa sprint reli hanya 2 seri hingga tempat kejurnas yang seluruhnya dilangsungkan di Medan (seri 1 dan 2 sudah diselenggarakan di Medan). Lho, seluruh kejurnas gokart tahun ini juga dilangsungkan di Sentul. Kita ini mau menolong PP IMI menggelar kejurnas sprint reli yang sisa serinya tak bisa terselenggara, kok malah dihalang-halangi,” sebut Ijeck tak habis pikir.

Bukan hanya sprint reli. Sumut juga mencatat final Motoprix seluruh region di Binuang, Kalsel (1/11) lalu, tak disebutkan dalam buku regulasi. “Bagaimana bisa tiba-tiba ada final Motoprix tahun ini sedangkan di buku regulasi tidak disebut. Pembalap kita tidak ada yang ikut karena sponsor mereka tidak mempersiapkan program ke sana. Mereka tidak tahu karena memang tidak tercantum dalam regulasi,” tambah John Ismadi Lubis, ketua harian IMI Sumut.

Atas kondisi tersebut, IMI Sumut memboikot menyelenggarakan kejurnas. “Jika kita paksakan, nanti yang kena juga atlet-atlet otomotif kita. Seperti pembalap Motoprix kita bisa-bisa tak diakui gelar juara regionnya karena tidak ikut final di Binuang. Belum lagi kejuaraan Indoprix yang merugikan pembalap seeded yang tak punya sponsor. Mereka harus jadi pembalap tahun ganjil genap. Tahun ini tak bisa balapan karena sponsor daerah tak mampu membiayai ke Indoprix yang keliling Indonesia, sedang balapan di Motoprix enggak boleh. Baru tahun depannya mereka bisa ikut Motoprix lagi. Yah kita sebut pembalap ganjil genap lah. Sejak dari awal kita tak pernah setuju Indoprix,” sebut John lagi.

DUKUNGAN WALIKOTA

Sikap IMI Sumut tersebut dikemukakan di hadapan perwakilan 22 klub terdaftar yang hadir di rakerda kali ini. Rencananya akan ada 102 event kejurda Sumut selama tahun 2010.

Dari ratusan event tersebut belum termasuk rencana menggelar 2 seri reli berskala internasional (Indonesia, Singapura, Brunei) bersama Go Serge Motorsport. Menurut John, pemda Langkat sudah mengajukan permintaan untuk menggelar reli di daerahnya.

Beberapa cabang yang nyaris mati di tingkat kejurnas juga akan digiatkan. Malah Ijeck menyebut akan bekerja sama dengan IOF Sumut menggelar event off-road yang hingga saat ini masih terus dalam tataran wacana di tingkat PP IMI.

Selain event kejuaraan yang telah tiap tahun diselenggarakan, IMI Sumut juga merencanakan 2 event unggulan, yaitu Sumut Champ of The Champ (SCoC) di bulan Oktober 2010 dan Sumut Spectacular Race (SSR) di malam pergantian tahun 2010-2011. SCoC akan mengelar 3 cabang lomba yang semuanya harus diikuti peserta, yaitu sprint reli, gokart dan balap motor matik. Pembalap harus menyediakan sendiri mobil relinya, sedangkan gokart dan motor matik akan disediakan panitia.

SSR akan menggelar road race dan drag race/bike yang dikemas nuansa entertainment lewat live music dan acara klub otomotif. Lokasinya di sirkuit Jalan Pancing milik pemda yang akan selesai pertengahan 2010. Sirkuit ini akan dikelola IMI Sumut dan diproyeksikan sebagai sirkuit multievent balap on road mulai dari road race, drag race/bike hingga gokart.

Seperti diketahui, Sumut memiliki sirkuit permanen paling lengkap se-Indonesia, mulai sprint reli/speed off-road/motocross (Cemara Asri), gokart (Cemara Abadi) hingga road race dan drag race/bike (Jl. Pancing).

Tahun depan, Sumut juga berniat jadi tuan rumah ASEAN reli wisata yang ditawarkan PP IMI. Meski ada daerah lain yang berminat, namun Sumut optimis event internasional 3 hari tersebut bisa digelar di sana setelah start dari Thailand melintasi Malaysia, Singapura dan kemudian mampir ke Indonesia.

Serangkaian program dan sikap IMI Sumut makin mantap setelah pejabat sementara walikota Medan, Rahudman Harahap hadir dalam rakerda kali ini. Rahudman bukan orang baru di dunia otomotif Sumut. Ia adalah orang tua pereli Robby Harahap, sehingga mengerti benar kondisi olahraga otomotif ini.

“Saya tak mau bicara teori. Saya akan buktikan kota Medan mampu mengelar event-event tak hanya skala nasional namun juga internasional. Saya siap menggerakkan semua sumber daya, tokoh-tokoh serta pengusaha di kota ini untuk mendukung acara-acara otomotif yang diselenggarakan IMI Sumut,” tegas Rahudman yang dikenal tegas menata kembali kota Medan.

Sumber :http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=otosport/Content/0/0/1/7/8442